Siswa Sumedang Borong 5 Prestasi di Ajang Festival Tunas Bangsa Ibu
DISDIK,NUSANTARA NEWS - Sejumlah siswa SD dan SMP Sumedang, memborong prestasi pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu yang telah dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran, pada bulan Desember 2022 kemarin. Ada lima kategori juara yang disabet oleh para pelajar SD dan SMP, dan perwakilan Kabupaten Sumedang salah satunya menjadi juara umum se-Jawa Barat.
Pertama juara harapan II Nembang Pupuh Putra (SD), kedua juara III Putra Ngarang Carpon (SD), ketiga juara I Nembang Pupuh Putri (SD), keempat juara II Putra Ngadongeng (SD), dan kelima juara 1 Biantara jenjang (SD).
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan menyebut, ajang festival Bahasa Ibu merupakan ajang untuk melestarikan budaya Sunda yang di dalamnya ada beberapa perlombaan, seperti pupuh, cerpen dan lomba lainnya.
"Festival ini bisa membangun anak didik kita, dan selaras dengan tujuan merdeka belajar dalam rangka mewujudkan pelajar Pancasila dalam konteks kebhinekaan yang global. Artinya bagaimana mencintai budaya daerah masing-masing, termasuk menghormati budaya-budaya di daerah lain," kata Eka, Selasa, 3 Januari 2023.
Menurutnya, nilai-nilai yang menjadi materi perlombaan pada ajang festival tersebut sangat penting untuk diterapkan pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni untuk membangun pondasi karakter pelajar Pancasila yang bangga dengan budaya lokal.
Pertama juara harapan II Nembang Pupuh Putra (SD), kedua juara III Putra Ngarang Carpon (SD), ketiga juara I Nembang Pupuh Putri (SD), keempat juara II Putra Ngadongeng (SD), dan kelima juara 1 Biantara jenjang (SD).
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan menyebut, ajang festival Bahasa Ibu merupakan ajang untuk melestarikan budaya Sunda yang di dalamnya ada beberapa perlombaan, seperti pupuh, cerpen dan lomba lainnya.
"Festival ini bisa membangun anak didik kita, dan selaras dengan tujuan merdeka belajar dalam rangka mewujudkan pelajar Pancasila dalam konteks kebhinekaan yang global. Artinya bagaimana mencintai budaya daerah masing-masing, termasuk menghormati budaya-budaya di daerah lain," kata Eka, Selasa, 3 Januari 2023.
Menurutnya, nilai-nilai yang menjadi materi perlombaan pada ajang festival tersebut sangat penting untuk diterapkan pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni untuk membangun pondasi karakter pelajar Pancasila yang bangga dengan budaya lokal.
"Di festival bahasa ibu ini ada cerpen, bobodoran (komedi), dan pupuh yang berbahasa Sunda, yang tentunya tidak lekang di akan zaman. Tentunya disamping bahasa formal yang digunakan seperti bahasa Indonesia, tapi tidak lupa kepada bahasa daerah sendiri," ujarnya. (*)

Komentar
Posting Komentar